Daftar Persediaan Crash Cart – Apa Yang Harus Diderita Isi Crash Cart Darurat Medis?

[ad_1]

Gerobak kecelakaan medis adalah peralatan penting di setiap pusat medis atau rumah sakit. Ini dirancang untuk selalu siap untuk situasi yang membutuhkan tindakan cepat, seperti memulihkan kesadaran, atau untuk mengembalikan tanda-tanda hidup pada pasien. Contoh-contoh dari situasi seperti ini adalah serangan jantung, berhenti bernapas, atau overdosis obat.

Agar dapat diakses dengan cepat, gerobak darurat selalu diposisikan di dekat ruang gawat darurat (ER), ruang operasi, ruang perawatan intensif (ICU), atau ruang pemulihan.

Gerobak darurat selalu memiliki sedikitnya lima laci kokoh untuk obat-obatan, perangkat hisap, pisau bedah, jarum, tabung suplai udara, permukaan yang berfungsi dengan monitor jantung dan AED, atau defibrillator elektronik otomatis, serta ruang di mana wadah oksigen terpasang dengan aman.

Perawat dan dokter yang pertama dalam antrean untuk memberikan dukungan hidup dan resusitasi, harus selalu sadar dengan jelas penempatan keranjang darurat medis serta isinya dan penggunaannya, hingga ke isi masing-masing laci.

Kami akan memberikan daftar periksa cepat di sini persediaan gerobak dorong. Daftar ini dimaksudkan sebagai gambaran saja, tidak lengkap, dan bisa berbeda di berbagai rumah sakit atau UGD. Jika Anda belajar untuk ujian ACLU atau yang serupa, Anda harus melihat literatur yang diberikan kepada Anda untuk rincian lebih lanjut tentang dukungan hidup dasar, dan rincian kondisi yang memerlukan pengakuan cepat tentang perlunya menggunakan troli darurat dan prosedur resusitasi.

Permukaan teratas keranjang darurat rumah sakit: Ini biasanya digunakan untuk alat pemantauan jantung dan AED, defibrillator elektronik otomatis, untuk digunakan dalam situasi penangkapan jantung.

Daftar obat kecelakaan untuk orang dewasa meliputi: Adenosine, Amiodarone, Atropin, Kalsium Klorida, Dekstrosa, Dobutamine, Dopamine, Epinefrin, Etomidat, Flumazenil, Lidokain, Magnesium Sulfat, Nalokson, Nitrogliserin, Norepinefrin, Procainamide, Vasopressin, Verapamil, Sodium Bicarbonate, Sodium Chloride. (Catatan: obat keranjang darurat untuk anak-anak harus berbeda, lihat di bawah.)

Peralatan pernafasan dan pasokan udara: Tabung trakea (tenggorokan) seperti tabung endotrakeal, tabung trakeostomi, selang hidung atau kanula nasal, pengukur aliran oksigen, perlengkapan laringoskop (penampil tenggorokan) seperti bola lampu, baterai, sarung tangan ujian, dan perangkat hisap seperti kateter isap.

Persediaan peralatan intra vena (IV): Tabung darah, botol air steril, penyeka alkohol, tape, kit mulai IV, semprit, kit gas darah arteri (ABG) dan semprit, larutan IV seperti cincin laktat, saline normal, dan tabung infus seperti macrodrip, pipa ekstensi.

Prosedur jantung dan dada: Selain monitor jantung dan mesin AED yang biasanya diposisikan di atas troli darurat medis, salah satu laci akan mencakup jantung (jantung) dan perlengkapan prosedur dada, seperti elektroda ECG, sarung tangan steril, masker wajah dan pelindung wajah, dressing besar, jarum jantung, larutan betadine, tabung dada.

Barang-barang khusus di gerobak kecelakaan medis: Baki pemotong, nampan kateter CVP, jahitan.

Peringatan: Karena kekuatan dari obat-obatan di atas dan peralatan resusitasi, isi dari a troli kecelakaan anak seharusnya jauh berbeda.

Penting bagi mahasiswa keperawatan dan kedokteran untuk memahami penggunaan troli kecelakaan darurat dan perlengkapan dan perangkat penyelamat hidup lainnya. Penting juga bahwa semua perangkat ini disimpan dalam keranjang darurat medis yang aman dan selalu siap. Agar efektif, rumah sakit harus menyiapkan kebijakan keranjang jebakan komprehensif yang mencakup daftar obat daftar gerobak, daftar periksa inventaris kecelakaan pesawat dan prosedur pelatihan staf yang tepat.

[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *